Master Data
Gambaran Umum
Master Data adalah kumpulan data acuan yang digunakan berulang kali diberbagai produk, outlet, dan transaksi. Data tersebut meliputi:
| Entitas | Kegunaan | Dihubungkan Ke |
|---|---|---|
| Brand | Label merek atau produsen produk | Produk |
| Kategori Produk | Pengelompokan produk (misal: "Makanan", "Minuman") | Produk + Pengaturan Outlet |
| Tipe Pesanan | Jenis transaksi (misal: "Makan di Tempat / Dine-in", "Bawa Pulang / Takeaway", "Pesanan Antar / Delivery") | Pengaturan Outlet + Tagihan |
| Bank | Rincian rekening untuk referensi pembayaran transfer bank | Pengaturan Outlet + Konfigurasi Pembayaran |
| Pajak | Tarif pajak yang dikenakan pada produk/tagihan (misal: PPN 11%) | Produk + Pengaturan Outlet |
| Biaya Tambahan | Biaya layanan (service charge) atau biaya ekstra (persentase atau nominal tetap) | Pengaturan Outlet |
| Metode Pembayaran | Metode pembayaran yang diterima (Tunai, QRIS, Transfer Bank, dll.) | Pengaturan Outlet |
Tiga entitas pertama (Brand, Kategori Produk, Tipe Pesanan) berada di menu Pengaturan ➜ Produk. Sedangkan empat entitas sisanya berada di menu Pengaturan ➜ Umum dalam bentuk tab: Bank, Pajak, Biaya Tambahan, dan Pembayaran.
Peran & Hak Akses
| Peran | Apa yang Dikelola |
|---|---|
| Manajer (Backoffice) | Seluruh master data tingkat organisasi: brand, kategori, tipe pesanan, bank, pajak, biaya tambahan, dan konfigurasi pembayaran. |
| Kasir (Cashier) | Hanya menggunakan master data saat transaksi/pembayaran (tipe pesanan aktif, pajak, biaya tambahan, metode pembayaran). Tidak pernah mengubah data. |
Aturan Bisnis utama
Pencatatan Riwayat Transaksi
Saat tagihan dibuat, sistem akan merekam (snapshot) nilai master data yang berlaku saat itu seperti besaran tarif pajak, nominal biaya tambahan, nama metode pembayaran, dll. Hal ini dilakukan agar riwayat tagihan tetap akurat dan tidak berubah, meskipun master data diubah di kemudian hari.
Aktivasi Per Outlet
Sebagian besar entitas master data didefinisikan untuk tingkat organisasi secara keseluruhan. Setiap outlet kemudian mengaktifkan entitas mana saja yang berlaku di tempat mereka seperti aturan pajak, biaya tambahan, metode pembayaran, akun bank, dan tipe pesanan yang tersedia di cabang tersebut. Khusus brand dan kategori produk, terhubung langsung ke produk (ditambah Pajak sebagai bawaan/default produk). Aktivasi ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Buka menu Outlet ➜ Daftar Outlet, klik ikon titik tiga lalu pilih Pengaturan.
- Aktifkan entitas mana saja yang berlaku di outlet Anda.

Aturan Bisnis Per Entitas
Bank
- Kolom wajib: Nama pemilik rekening, nomor rekening, dan nama bank.
- Kombinasi Nama Bank + Nomor Rekening harus unik (tidak boleh kembar) dalam satu organisasi.
- Menghapus data bank akan secara otomatis mencabut pemasangannya di outlet terkait.

Pajak
- Kolom wajib: Nama dan tarif/persentase pajak. Tarif harus berupa angka positif.
- Setiap pajak memiliki tingkatan penerapan yang menentukan kapan pajak dihitung: per item barang, dari total sebelum pajak (subtotal), atau dari subtotal ditambah biaya tambahan.
- Satu produk bisa memiliki satu pajak bawaan (default); outlet akan mengaktifkan pajak mana saja yang berlaku bagi mereka.
- Besaran tarif atau tingkatan penerapan pajak tetap bisa diubah meskipun sudah pernah digunakan dalam transaksi, tagihan yang sudah ada tetap menggunakan nilai lama (snapshotted).

Biaya Tambahan
- Biaya tambahan bisa berupa persentase dari subtotal atau nominal tetap (rupiah/fixed).
- Nilainya tidak boleh negatif.
- Perubahan pada biaya tambahan tidak mempengaruhi tagihan yang sudah ada (snapshotted saat transaksi).

Metode Pembayaran
- Organisasi hanya bisa menyusun konfigurasi dari pemetaan kategori yang sudah ada.
- Sebuah konfigurasi pembayaran harus memiliki minimal satu opsi pembayaran.

Brand
- Memberi label pada produk berdasarkan nama pabrikan/mereknya (misal: "Indofood", "Unilever").
- Setiap produk bisa dihubungkan ke satu merek (opsional).
- Merek yang masih digunakan oleh produk tidak bisa dihapus.

Kategori Produk
- Mengelompokkan produk ke dalam grup. Setiap produk wajib memiliki tepat satu kategori.
- Outlet bisa mengaktifkan kategori tertentu untuk mengatur kategori produk apa saja yang muncul di Outlet tersebut.
- Kategori yang masih digunakan oleh produk tidak bisa dihapus.

Tipe Pesanan
- Mengategorikan transaksi berdasarkan mode layanan — misal: "Makan di Tempat / Dine-in", "Bawa Pulang / Takeaway", "Pesanan Antar / Delivery".
- Setiap outlet mengaktifkan tipe pesanan yang mereka layani.
- Setiap tagihan mencatat tipe pesanan yang digunakan, tipe pesanan tidak bisa dihapus jika sudah pernah tercatat dalam riwayat tagihan transaksi.

Ringkasan Batasan
| Aturan | Berlaku Untuk |
|---|---|
| nama wajib diisi | Merek, Kategori Produk, Tipe Pesanan, Bank, Pajak, Biaya Tambahan, Konfigurasi Pembayaran |
| Nama pemilik + nomor rekening wajib diisi | Bank |
| Kombinasi nama bank + nomor rekening harus unik per organisasi | Bank |
| Setiap produk harus memiliki tepat satu kategori | Kategori Produk |
| Tarif pajak harus angka positif | Pajak |
| Nilai biaya tambahan tidak boleh negatif | Biaya Tambahan |
| Jenis biaya tambahan harus 'percentage' (persentase) atau 'fixed' (nominal) | Biaya Tambahan |
| Minimal ada satu item dalam setiap konfigurasi pembayaran | Konfigurasi Pembayaran |
| Tidak bisa dihapus jika masih digunakan oleh produk | Merek, Kategori Produk |
| Tidak bisa dihapus jika sudah pernah tercatat pada tagihan transaksi | Tipe Pesanan |
| Perubahan master data tidak berlaku surut pada tagihan yang sudah lalu | Pajak, Biaya Tambahan, Metode Pembayaran |
Onboarding
Saat pertama kali mendaftar aplikasi Kasir (POS), sistem Anda masih kosong sampai Anda menambahkan kategori, produk, brand, outlet, dan sisa data utama (Master Data) secara manual. Onboarding adalah alur yang menggantikan proses manual yang melelahkan tersebut. Anda cukup menjawab beberapa pertanyaan singkat tentang bisnis Anda, dan sistem akan langsung mengisi seluruh data toko. Anda tinggal menjelajahi, mengubah, atau menghapus data tersebut sesuai kebutuhan.
Atribut
Next Page